SAPCPMKPertanyaan PenelitianPertanyaan Penelitian (Sintesis)
2Teori Media dan PraktikPertanyaan Utama: Bagaimana para agen politik (kandidat perempuan, tim kampanye, dan pemilih) merekonstruksi narasi politik baru untuk mempengaruhi habitus pemilih yang terpengaruh narasi lama yang sangat patriarkis dan bias gender?

 Pertanyaan Pendukung:
(1) Bagaimana merekonstruksi ‘formula’ narasi politik baru tentang kepemimpinan perempuan demi menaikkan elektabilitas kandidat pemimpin perempuan?

(2) Bagaimana membentuk ‘rutinitas’ baru para agen politik untuk berpartisipasi merekonstruksi narasi politik baru tentang kepemimpinan perempuan?
Pertanyaan Utama: Bagaimana cara agen politik merekonstruksi narasi politik tentang kepemimpinan perempuan dengan menciptakan ‘mitos’ baru tentang kualitas kepemimpinan secara umum sehingga mendukung pemimpin perempuan untuk berkompetisi di pemilu eksekutif?

 Pertanyaan Pendukung:
(1) ‘Formula’ baru apa yang harus diciptakan dalam upaya merekonstruksi narasi kepemimpinan perempuan agar para agen politik tergerak untuk berpartisipasi dalam mendukung pemimpin perempuan dan memilih sang kandidat perempuan dalam pemilu eksekutif?

(2) ‘Formula’ seperti apa yang dapat dibentuk untuk mengubah habitus pemilih yang masih sarat dengan bias gender dan patriarkis?

(3) Citra baru seperti apa yang harus ditampilkan oleh kandidat perempuan agar dapat menggerakkan para agen politik untuk mendukung dan memilih kandidat perempuan?
3Teori Media, Praktik, dan Sistem SosialPertanyaan Utama: Bagaimana para agen politik membentuk ritual baru dan menggunakan ritual tersebut untuk merekonstruksi narasi baru tentang kepemimpinan perempuan?

 Pertanyaan Pendukung: Bagaimana mentransformasi-kan pemimpin perempuan menjadi simbol sakral yang dapat membentuk perspektif baru di benak pemilih agar nanti memilih kandidat perempuan?
4Teori Media dan Teori SosialPertanyaan Utama: Bagaimana merekonstruksi ‘formula’ baru narasi politik tentang kepemimpinan perempuan dengan menciptakan ‘mitos’ baru tentang kepemimpinan? 

 Pertanyaan Pendukung:
(1) Apakah ‘mitos’ baru ini benar-benar dapat menggeser paradigma tentang kepemimpinan perempuan yang sarat bias gender?

(2) Dengan penciptaan ‘mitos’ baru ini, apakah benak khalayak dapat dimanipulasi sehingga mau memilih perempuan dalam pemilu eksekutif?

(3) Bagaimana sosok pemimpin perempuan berubah menjadi simbol sakral yang dapat mengubah narasi lama tentang kepemimpinan perempuan yang sarat bias gender dan stereotip?
5Teori Media dan KonsumsiPertanyaan Utama: Bagaimana menciptakan status simbolik baru tentang pemimpin baru yang dapat melegitimasi dan meredefinisi karakter perempuan sehingga menjadi alasan bagi kandidat perempuan untuk memegang tampuk kepemimpinan eksekutif?

 Pertanyaan Pendukung:
Apa yang menjadi ‘alat praktis’ bagi para pemilih agar menerima kepemimpinan perempuan sebagai pemimpin?
6Teori Media dan IndustriPertanyaan Utama: Bagaimana merekonstruksi “imaji politik” kandidat perempuan yang dapat membentuk ulang citra kandidat perempuan agar elektabilitasnya semakin meningkat?  

 Pertanyaan Pendukung:
(1) Bagaimana mendenaturalisasi aturan politik dan ide tentang kompetensi kepemimpinan maskulin untuk merekonstruksi narasi politik yang mendukung kepemimpinan perempuan?

(2) Bagaimana para agen politik dapat menerapkan taktik dan selektivitas untuk meningkatkan citra politik pemimpin perempuan agar elektabilitasnya semakin tinggi?

Referensi

Bourdieu, P. (1977). Outline of A Theory of Practice. Cambridge: Cambridge University Press.

Bourdieu, P. (1984). A Social Critique of the Judgement of Taste. Massachusetts: Harvard University Press.

Certeu, Md. (1984). The Practice of Everyday Life. California: University of California Press.

Collins, R. (2004). Interaction Ritual Chains. New Jersey: Princeton University Press.

Couldry, N. (2004). Theorising Media as Practice. Social Semiotics, Volume 14.

Couldry, N. (2012). Media, Society, World: Social Theory and Digital Media Practice. Cambridge: Polity Press.

Falk. E. (2010). Women for President: Media Bias in Nine Campaigns. 2ND Edition. Carbondale: University of Illinois Press.

Fisher, W.R. (1985). The narrative paradigm: An elaboration. Communications Monographs, 52:4.

Fisher, W.R. (1989). Human Communication As Narration: Toward a Philosophy of Reason, Value, and Action.Columbia, South Carolina: University of South Carolina Press.

Fraile, M., & Sanchez-Vitores, I. (2020). Tracing the Gender Gap in Political Interest Over the Life Span: A Panel Analysis. Political Psychology, Volume 41, Issue 1. Wiley Online Library.

Green, F.J. (2010). Patriarchal Ideology of Motherhood. Encyclopedia of Motherhood, Volume 1. California: SAGE Publications, Inc.

Huddy, L., & Terkildsen, N. (1993). Gender Stereotypes and the Perception of Male and Female Candidates. American Journal of Political Science.

Karp, J.A., & Banducci, S.A. (2008). When politics is not just a man’s game: Women’s representation and political engagement. Electoral Studies, Volume 27, Issue 1.

Sum, N-L., & Jessop, B. (2013). Towards a Cultural Political Economy: Putting Culture in its Place in Political Economy. Cheltenham: Edward Elga Publishing Limited.

Swidler, A. (2000). Cultural Power and Social Movements. Culture and Politics. New York: Palgrave Macmillan.

van der Pas, D.J., Aaldering, L., & Steenvoorden, E. (2022). Gender Bias in Political Candidate Evaluation Among Voters: The Role of Party Support and Political Gender Attitudes. Frontiers in Political Science.

Warde, A. (2014). After taste: Culture, consumption and theories of practice. Journal of Consumer Culture.

Tinggalkan komentar