Penafian: Penulis menggunakan kecerdasan buatan Perplexity dan SciSpace sebagai platform diskusi konsep Teori Ritual klasik dan analisis teks.
Penelitian ini meyakini bahwa hambatan terbesar pemimpin perempuan untuk terpilih dalam pemilu eksekutif di negara Muslim dan mayoritas Muslim disebabkan oleh pengaruh interpretasi para ulama konservatif atas teks suci agama Islam (Usman, 2024; Esposito, 1989). Rendahnya elektabilitas perempuan sebagai pimpinan eksekutif di negara Muslim dan mayoritas Muslim mencerminkan habitus yang disebabkan praktik berulang yang terjadi pada setiap masa kampanye, di mana narasi yang disebarkan dalam bentuk ceramah agama di masjid, pengajian, bahkan di media sosial mengharamkan perempuan untuk menjadi pemimpin (Erwani & Siregar, 2025; Bourdieu, 1972).
Teks (pada penelitian ini adalah ceramah ulama, ayat Al Quran Surat An Nisa 34, dan hadis yang diriwayatkan Abu Bakrah tentang hancurnya sebuah negara ketika dipimpin perempuan) merupakan struktur dominan yang menerapkan budaya patriarki sebagai fondasi pembentukan preferensi politik publik. Praktik yang muncul sebagai akibat dari hal ini adalah semakin terkucilnya perempuan dari politik sehingga peluang elektabilitas mereka lebih rendah daripada kandidat laki-laki (Mahbuba & Rabeya, 2023; Islam, 2022).
Oleh karenanya, penelitian ini hendak menjadikan teks sebagai unit analisis dengan menggunakan pendekatan “ritual” dalam Kajian Budaya. Penelitian ini juga ingin mengkritik pendekatan ritual yang dilakukan oleh Collins (2005), Durkheim (1912); Weber (1922), dan Goffman (1955) yang tidak memandang teks sebagai unit penelitian penting yang dapat mempengaruhi perilaku, nilai, dan interaksi kultural. Terlebih lagi pendekatan ritual klasik tidak sesuai untuk menjelaskan pengalaman kolektif masyarakat di negara Muslim dan mayoritas Muslim yang masing-masing memiliki tradisi, pemaknaan simbol, dan interaksi kultural yang berbeda (Bermejo, 2023).
Teks Sebagai Alternatif Metodologis dan Teoretis
Penelitian ini ingin menjadikan teks sebagai arena konstruksi ritual yang tidak dijabarkan dalam Teori Ritual klasik. Teks yang diungkapkan dalam kata, simbol, gambar, dan bentuk visual lainnya dapat direproduksi, diredistribusi, dan direinterpretasi untuk membentuk makna kolektif yang dapat mempengaruhi tindakan sosial.
Teks dapat dikaji dalam lintas ruang dan waktu sehingga memungkinkan untuk melihat apabila terjadi perubahan makna ritual. Diskursus kepemimpinan perempuan di tahun 2001 ketika Megawati terpilih sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia dapat dimaknai secara berbeda dalam konteks tahun 2025 di mana kesadaran terhadap kesetaraan gender telah semakin tinggi akibat aktivitas media sosial. Contoh ini bisa menjadi kritik dalam melengkapi keterbatasan teori Collins dan Goffman yang menekankan pada aspek emosi dan tatap muka (Collins, 2005), namun tidak fleksibel dalam melihat perubahan waktu yang juga turut mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat di negara Muslim dan mayoritas Muslim.
Studi literatur di negara-negara Arab dan Afrika Utara juga telah menunjukkan kecenderungan laki-laki dan perempuan untuk menerima kandidat perempuan. Sikap masyarakat di negara-negara ini telah jauh berubah dari yang kerap diasumsikan dalam literatur Barat bahwa pemilih Muslim resisten terhadap pemimpin perempuan (Lust & Benstead, 2024).
Dalam konteks ini juga, teks ingin dibangun untuk menyinergikan nilai-nilai agama dan demokrasi yang sekiranya dapat diterapkan di negara Muslim dan mayoritas Muslim. Pertama, menciptakan narasi yang religius alih-alih sekuler (Glas & Alexander, 2020). Salah satunya adalah dengan menampilkan citra kesalehan pemimpin perempuan yang mampu menyesuaikan nilai-nilai Islam dengan kepemimpinan (Jati, 2024; Dewi, 2017).
Kedua, menciptakan narasi otoritatif yang menampilkan dukungan tokoh atau organisasi agama yang bisa ‘melegitimasi’ kepemimpinan perempuan (Mahsun et al, 2021). Contohnya seperti dukungan Nahdhlatul Ulama kepada Khofifah Indar Parawansa saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur. Ketiga, menciptakan narasi berbasis komunitas yang menekankan kepada integritas, keberhasilan politik, serta kontribusi calon pemimpin perempuan terhadap masyarakat (Fernando et al, 2024).
Integrasi Teks Terhadap Teori Ritual
Dari penelitian ini, analisis teks dan teori ritual menghasilkan integrasi teoretis yang penting. Pertama, teori Collins dan Goffman tentang interaksi ritual dapat diperluas dengan menambahkan “ritual virtual” berbasis teks yang mampu menghasilkan energi emosional dan solidaritas kolektif tanpa harus bertatap muka (Mizrahi-Werner et al, 2024). Hal ini menjadi sangat relevan di era digital, sebab politisi perempuan banyak yang merekonstruksi citra dan menyuarakan kepentingan politiknya di media sosial.
Kedua, penggunaan teks dalam konteks para pemilih di negara Muslim dan mayoritas Muslim memungkinkan adanya dekonstruksi bias Barat yang cenderung seksis dan ultra-nasionalis seperti dalam perspektif Durkheim. Teori Ritual dengan menganalisis teks bisa merefleksikan keberagaman budaya di luar pengalaman Barat (Kao et al, 2022).
Ketiga, pendekatan ritual berbasis teks bersifat lebih dinamis dan evolutif. Sebab teks merupakan elemen komunikasi yang terus berubah mengikuti konteks sosial, politik, dan budaya (Ahmad, 2021). Maka akan mudah bagi peneliti untuk melihat transformasi makna ritual dari masa ke masa dibandingkan dengan pendekatan ritual klasik yang cenderung statis (Williams-Hogan, 1999).
Referensi
Ahmad, N. (2021). Menyegarkan Kembali Kajian Komunikasi Politik di Indonesia: Visualisasi, Ideasi, dan Mediatisasi Politik Sebagai Domain Kajian dan Paradigma Riset Alternatif. Jagat Komunikasi Kontemporer: Ranah, Riset, dan Realitas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Bermejo, J.J.O. (2023). Durkheim, Religion, and the Postcolonial Critique of Sociology’s Eurocentrism. Journal of Classical Sociology, Volume 24, Issue 3.
Bourdieu, P. (1972). Outline of a theory of practice. Cambridge: Cambridge University Press.
Collins, R. (2005). Interaction Ritual Chains. New Jersey: Princeton University Press.
Erwani, I., & Siregar, A.S. (2025). The Role of Women in Islamic Sacred Texts: A Critical Study of Women’s Narratives and Authority in Islamic Tradition. Pharos Journal of Theology, Volume 106, Issue 1.
Fernando, H., Larasati, Y.G., Abdullah, I., & Horakova, H. (2024). Leadership and the Money Politics Trap in Islamic Legal Thought: A Case Study of Indonesia as a Muslim-majority Country. Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat.
Glas, S., & Alexander, A. (2020). Explaining Support for Muslim Feminism in the arab Middle East and North Africa. Gender & Society, Vol.34, No.3.
Islam, M.N. (2022). Faithful Participation: The ‘Ulama in Bangladeshi Politics. Politics, Religion & Ideology, 23:2.
Jati, W.R. (2024). Preferensi Politik: Pemilih Muslim Indonesia Kontemporer. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Kao, K., Lust, E., Shalaby, M., & Weiss, C.M. (2023). Female Representation and Legitimacy: Evidence from a Harmonized Experiment in Jordan, Morocco, and Tunisia. American Political Science Review 118,1.
Lust, E., & Bestead, L.J. (2024). Is the Future Female? Lessons from a Conjoint Experiment on Voter Preferences in Six Arab Countries. Comparative Political Studies, Vol.57(14).
Mahbuba, F., & Rabeya, S. (2023). Female Leadership in Muslim Societies: Theological and Socio-Cultural Debates in Contemporary Literature. Australian Journal of Islamic Studies, Volume 8, Issue 2.
Mahsun, M., Elizabeth, M.Z., & Mufrikhah, S. (2021). Female Candidates, Islamic Women’s Organisations, and Clientelism in the 2019 Indonesian Election. Journal of Current Southeast Asian Affairs, Vol.40(1).
Mizrahi-Werner, J., Liebst, L.S., & Demant, J. (2024). Beyond Bodily Co-Presence: A Micro-Sociological Study of Online Interaction Rituals. Symbolic Interaction, Volume 48, Issue 1. Wiley Online Library.
Usman, M. (2024). The Role of Islam in the Formation of Civilization in Southeast Asia: History and Social Influence. Jurnal Al-Fikrah, Volume:13, Number:2.
Williams-Hogan, J. (1999). Discovering the Two Faces of Religious Charismatic Action – Traditional and Modern: A Model. Scripta Instituti Donneriani Aboensis.





Tinggalkan komentar