Rok Mini Blackpink dan ‘Penghancuran’ Mental Anak

Rok mini adalah stigma yang diberikan oleh masyarakat patriarkis kolot yang berupaya untuk mengekang kebebasan perempuan agar dapat diatur sesuai dengan keinginan masyarakat. sumber: Marketing Interactive   Pemboikotan iklan Shopee yang menampilkan girlband Blackpink asal Korea Selatan menghebohkan jagad maya. Sebuah petisi di Change.org yang diinisiasi oleh Maimon Herawati meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikanLanjutkan membaca “Rok Mini Blackpink dan ‘Penghancuran’ Mental Anak”

Mempolitisir Budaya Populer

Winter is here!!! Frasa itu sudah tidak asing bagi para penggemar serial kolosal fantasi Game of Thrones yang diambil dari novel seri A Song of Ice and Fire karangan novelis Amerika Serikat George R.R. Martin. Serial ini mengisahkan tentang perebutan tahta kekuasaan yang dikenal dengan sebutan Iron Throne di sebuah negara imajinari bernama Westeros. IniLanjutkan membaca “Mempolitisir Budaya Populer”

Menilik Cawapres Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno

Keputusan Joko Widodo (Jokowi) untuk memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin sebagai cawapres memberikan surprise yang tak disangka-sangka. Pasalnya hingga detik-detik terakhir pun masih santer terdengar kabar jika Mahfud MD lah yang akan mendampingi Jokowi. Bahkan Mahfud sudah menyiapkan sejumlah dokumen untuk pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum. Politik memang kasar dan kejam. Karena ituLanjutkan membaca “Menilik Cawapres Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno”

Prediksi Cawapres Untuk Jokowi dan Prabowo

Masa pendaftaran calon presiden dan wakil presiden tinggal menghitung hari. Fokus pemberitaan media tertuju pada dua calon yang digadang akan menjadi presiden pada periode 2019-2024 mendatang, yakni petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Keduanya pernah bertarung pada Pemilu 2014 silam. Kini publik menanti siapa sosok yang akan mendampingi mereka memimpin negeri ini lima tahunLanjutkan membaca “Prediksi Cawapres Untuk Jokowi dan Prabowo”

Bisnis Hoax Para Buzzer

Persaingan politik yang kian memanas jelang Pemilu 2019 mengharuskan tiap kubu untuk mulai mengambil langkah strategis demi mengamankan kemenangan posisi politik. Langkah tersebut tidak hanya dipersiapkan oleh para kontestan pemilu seperti calon legislatif, pengurus partai politik, hingga calon presiden dan wakil presiden, melainkan juga para pendukung dan simpatisan politik yang nanti akan menjadi pemilih diLanjutkan membaca “Bisnis Hoax Para Buzzer”

Cegah Anak Dari Radikalisme

Selama bulan Mei dalam sepekan, tujuh kejadian terkait terorisme mengguncang republik ini. Yang paling mengejutkan, peristiwa pengeboman di Surabaya pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) melibatkan peran serta satu unit keluarga, termasuk menjadikan anak-anak (yang dapat dikategorikan di bawah umur) sebagai bagian dari aksi pengeboman tersebut. Mungkinkah pemikiran anak-anak yang masih berusia sangat muda tersebutLanjutkan membaca “Cegah Anak Dari Radikalisme”

Kejamnya Netizen!

Perundungan (cyberbullying) yang menimpa selebriti aplikasi Tik Tok, Bowo Alpenliebe, di dunia maya sontak harus membuat sang ibunda terpaksa berhenti bekerja demi melindungi anaknya. Sang ibu takut jika para haters yang kerap menghujat Bowo di dunia maya benar-benar nekat mencelakakan sang buat hati. Bowo memiliki ratusan ribu pengikut karena postingan videonya di aplikasi Tik Tok.Lanjutkan membaca “Kejamnya Netizen!”

Tik Tok, Korban Kesalahpahaman

Keputusan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk memblokir aplikasi video Tik Tok merupakan sebuah aksi dangkal dengan dalih menyelamatkan generasi muda dari konten media yang tidak patut. Tik Tok menjadi korban gagal paham pemerintah dan beberapa kalangan masyarakat yang tidak mengerti dengan pola produksi-konsumsi platform media digital. Pemblokiran Tik Tok tidak akan membawa pengaruh signifikanLanjutkan membaca “Tik Tok, Korban Kesalahpahaman”

Konten Receh yang Tak Receh

Penampakan Ibu Mejikom dalam cuplikan iklan Ramayana Department Store besutan sutradara Dimas Djayadiningrat selama bulan Ramadhan sontak menghebohkan para warganet di jagad maya. Para netizen kreatif pun langsung membuat memes sehingga si Ibu Mejikom jauh lebih viral dibandingkan iklan aslinya. Beragam kreasi konten yang dibuat dengan tampilan sederhana untuk tujuan hiburan dapat dikategorikan sebagai kontenLanjutkan membaca “Konten Receh yang Tak Receh”